PeraturanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 41 tahun 2007. Keputusan Kepala Sekolah Nomorr 423.5/090/SMA.PR.1/VII/2020 tentang Pembagian Beban Kerja Guru Dan Tugas Tambahan Tahun 2020/2021. 3. Maksud/Tujuan. Membantu peserta didik untuk mengenali potensi dirinya agar dapat berkembang lebih maksimal. Tabel1. Identifikasi Program Strategis. NO. Kebijakan Strategis. Uraian Kegiatan. 1. Pengembangan proses pembelajaran berbasis laboratorium yang terintegrasi. Pembuatan media pembelajaran tematik. Kegiatan pembuatan media pembelajaran tematik dengan model 3 dimensi terintegrasi dengan Mata Kuliah Media Pembelajaran IPS. Namun tidak menutup kemungkinan, guru mata pelajaran tersebut juga menjadi pengurus di KKG. Dalam mengelola KKG, pengurus dan anggota seharusnya dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta melakukan upaya tindak lanjut dari program yang dijalankan. Kelompok kerja guru (KKG) tersebut berada dalam satu gugus. Kertaskerja program guru muda 1. SEKOLAH KEBANGSAAN SUNGAI TUKANG SIDIN 36700 LANGKAP, PERAK PROGRAM PENINGKATAN AKADEMIK PROGRAM GURU MUDA Pengenalan : Guru Muda adalah suatu program yang dirangka khas bagi membantu pelajar lemah setiap mata pelajaran melalui rakan sebaya mereka yang berprestasi baik bertindak sebagai Guru Muda untuk membimbing mereka. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Membuat laporan format kerja guru terutama wali kelas oleh pengajar terkadang malas karena sangat banyak yang harus dibuat, sekarang sudah banyak contoh berbentuk format doc untuk dijadikan bahan materi pengerjaan laporan anda. Contoh Format Program Kerja Guru Sekolah SD, MI, MTs dan SMP Kelengkapan untuk membuat program kerja yang saya bagikan merupakan contoh format doc sehingga lebih mudah untuk merubah semua kalimat -kalimat dan biodata di dalamnya. Fungsi program kerja adalah untuk menjalankan metode kurikulum 2013 sehingga siswa sekolah mempunyai akhlak yang mulia dan berbudi luhur itu salah satu target kerja guru sekolah. Berikut contoh file yang bisa anda dapatkan. Program Kerja guru wali kelas Sekolah Dasar Contoh lembar pengesahan Download Program Guru Wali Kelas Download Lampiran program wali kelas Download Jadwal Guru kelas Download Contoh Program Kerja Guru Wali Kelas SMP Format Program Kerja Jika anda bisa mengerjakan menggunakan aplikasi saya sediakan untuk anda silahkan dapatkan di bawah ini File Review Aplikasi Pembuatan Administrasi Guru Wali Kelas File Download Via Google DriveFile Contoh Format dan Aplikasi administrasi guru kelas 1 2 3 4 5 6 Sekolah Dasar dan Administrasi Guru SMP, MTS, SMA Kurikulum 2013, KTSP 2006 dan Kurikulum Nasional. Mohon di mengerti karena akan muncul halaman iklan, iklan tersebut sebagai sumber penghasilan kami satu-satunya. Anda hanya perlu sedikit ketelitan dan kesabaran untuk mencari link yang menuju Google Drive tempat penyimpanan file yang aman dan file yang berada disini terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan anda. Demikian pembahasan mengenai Contoh Format Program Kerja Guru Sekolah Kurikulum 2013 semoga anda bisa mendapatkan file tersbut dengan berbagai bentuk format word, excel, PDF, dan Power Point yang sudah akrab dengan anda. Terima Kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat. RENCANA PROGRAM KERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PROVINSI JAWA TIMUR PERIODE 2014-2017 PENDAHULUAN Guru adalah profesi yang mulia. Guru dituntut untuk mengajarkan cinta kasih, karakter, dan pengetahuan yang baik kepada peserta didiknya. Saat ini guru dituntut untuk mampu menjadi contoh dan memberi contoh untuk peserta didiknya lebih-lebih guru pendidikan agama yang berkaitan erat dengan moral dan karakter peserta didik. Hal ini sebenarnya sudah diamanatkan dalam petikan Canakya Nitisastra yang menyebutkan त्यजेद्धर्मं दया हीनं विद्या हीनं गुरुं त्यजेत् । Tinggalkanlah mereka yang mengabaikan dharma dan tidak memiliki belas kasih. Janganlah berguru pada orang yang mengabaikan pengetahuan spiritual Menurut sloka tersebut, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan spiritual dan perilaku yang bermoral, serta dituntut untuk profesional. Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia SDM pendidik, khususnya pengembangan profesional guru, merupakan usaha yang multak diperlukan. Pengembangan SDM pendidik ini diharapkan dapat mempersiapkan guru agar memiliki berbagai wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan memberikan rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas professional. Pengembangan atau peningkatan kemampuan profesional harus bertolak pada kebutuhan atau permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru, agar bermakna. Undang‐undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat b mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pernyataan UU di atas pada intinya mempersyaratkan guru untuk memiliki i kualifikasi akademik minimum S1 atau D‐IV; ii kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; dan iii sertifikat pendidik. Undang‐undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya. Kegiatan tersebut sangat dimungkinkan dilaksanakan di Kelompok Kerja Guru KKG, atau di Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP, mengingat wadah ini dijadikan sebagai tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis. Untuk mewujudkan peran MGMP dalam pengembangan profesionalisme guru, maka organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai upaya dan terobosan perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja MGMP, antara lain melalui berbagai kegiatan yang dirancang demi terwujudnya harapan dan cita-cita menjadikan guru semakin profesional dan peningkatan mutu manajemen MGMP. Untuk menyukseskan kegiatan MGMP perlu disusun program demi lebih terarahnya setiap kegiatan yang dilaksanakan. TUJUAN KEGIATAN Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dan sebagainya. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat MGMP. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP. PROGRAM KERJA Program kerja MGMP PAH SMP Provinsi Jawa Timur dibagi menjadi tiga yaitu program jangka pendek, program jangka menengah, dan program jangka panjang. Program jangka pendek Menyusun program kerja 1 Merumuskan program kerja semester I dan II 2 Melaksanakan program kerja semester I dan II 3 Mengevaluasi jalannya program kerja 4 Membuat profil MGMP Menertibkan administrasi MGMP 1 Mendokumentasikan surat masuk dan surat keluar 2 Menghimpun data guru-guru PAH SMP Provinsi jawa timur 3 Membuat basis data secara online yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Koordinasi / konsolidasi pengurus MGMP 1 Rapat rutin bulanan 2 Rapat pleno Pengadaan Sarana Prasarana MGMP 1 Camera 2 Infokus 3 Laptop Penggalian potensi dana kegiatan 1 Proposal 2 Mengajukan Proposal dana kepada Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur c. Dinas Pendidikan Provinsi jawa timur d. LPMP Provinsi Jawa Timur Pihak-pihak swasta yang peduli terhadap pendidikan agama Hindu Program jangka menengah Mempersiapkan dan melaksanakan aneka lomba dalam rangka Hari-hari Besar Agama Hindu dengan cabang lomba disesuaikan dengan kegiatan pendidikan agama Hindu seperti 1 Dharmawidya 2 Dharmawacana 3 Membaca Weda Sloka 4 Baca Tulis Dewanagari Sanskerta 5 Cipta Puisi / Lagu Keagamaan 6 Karikatur Keagamaan 7 Bercerita Keagamaan 8 Hindu Stand Up Comedy Menyusun bahan ajar Pendidikan Agama Hindu LKS / Buku Kerja Siswa. Bedah Kurikulum Nasional PAH arahannya membuat buku Membuat media on line MGMP Blog / Website Program jangka panjang Workshop Pengembangan Profesi Workshop Penelitian Tindakan Kelas Workshop Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Workshop Pembuatan Soal Berbasis Komputer CBT dan Open Source e. Workshop pengembangan silabus dan penyusunan RPP Kurikulum Nasional f. Workshop Penyusunan instrumen penilaian dan soal /evaluasi. g. Workshop program ekstrakulikuler PAH dan kegiatan keagamaan lainnya h. Melakukan Study Banding MGMP i. Persiapan lomba Guru PAH j. Menerbitkan Majalah dan Publikasi Ilmiah MGMP k. Program Guru Inti l. Pengadaan ruang sekretariat WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan MGMP PAH SMP Provinsi Jawa Timur dilaksanakan sesuai dengan periodisasi organisasi. Dalam hal masa bhakti MGMP Provinsi Jawa Timur saat ini adalah mulai 2017 s/d 2021, maka kegiatan MGMP ini dilaksanakan mulai tahun 2017 s/d 2021. TEMPAT KEGIATAN MGMP Tempat kegiatan MGMP ini menyesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilakukan, bisa dilaksanakan indoor maupun outdoor. PENUTUP Program MGMP PAH SMP Provinsi Jawa Timur ini disusun untuk meningkatkan kinerja MGMP sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru PAH SMP di wilayah provinsi Jawa Timur. Jika program ini dipenuhi maka diharapkan MGMP menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan profesionalisme guru atau dengan kata lain MGMP diharapkan menjadi gugus kendali mutu pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu guru secara berkelanjutan continuous professional development atau continuous quality improvement. Sebagai penutup bersama ini kamu kutip apa yang diamanatkan oleh Canakya dalam Nitisastra अनागत विधाता च प्रत्युत्पन्न मतिस् तथा । द्वाव् एत्औ सुखम् एधेते यद् भविष्यो विनश्यति ॥ Dia mempersiapkan masa depannya secara cerdas pada masa kini akan mencapai kejayaan dan kebahagiaan. Tetapi mereka yang menggantungkan masa depannya pada faktor keberuntungan akan mencapai kehancuran. Pengurus MGMP PAH SMP Provinsi Jawa Timur Oleh Prof. Anita Lie - Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP dan Kelompok Kerja Guru KKG merupakan salah satu model peningkatan kompetensi pembelajaran para Kelompok Kerja Guru merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru sekolah dasar/Madrasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah. Sedangkan MGMP Musyawarah Guru Mata Pelajaran adalah forum atau wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMA/MA, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/sanggar/gugus sekolah. Baik KKG dan MGMP diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi/pelaku perubahan reorientasi pembelajaran kelas. Lalu bagaimana peran KKG dan MGMP ini di era Merdeka Belajar yang dicanangkan "Mas Menteri" Nadiem Makarim? Pada 2019, penulis dan tim Tanoto Foundation melakukan studi “Peran KKG dan MGMP dalam Pengembangan Profesional Guru” di Jambi, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. Studi ini menelaah faktor sukses KKG dan MGMP untuk bisa berfungsi efektif, hambatan KKG dan MGMP untuk bisa berjalan efektif, dan strategi peningkatan fungsi KKG dan MGMP dalam mendukung Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan PKB. Survei dan wawancara dilakukan terhadap para guru pengurus maupun nonpengurus KKG dan MGMP, termasuk pengawas sekolah, pembina KKG dan MGMP, kepala sekolah, pejabat dinas pendidikan serta pengamatan langsung pada beberapa kegiatan KKG-MGMP. Studi yang melibatkan 360 responden ini kemudian memberikan setidaknya 6 rekomendasi yang diharapkan mampu membuat KKG dan MGMP dapat berjalan efektif sehingga mendukung peningkatan profesionalisme guru 1. Komitmen pengurus Studi kami menemukan salah satu faktor penting yang membuat kegiatan KKG dan MGMP terus bergulir adalah kehadiran aktor pengurus mau berkorban menjalankan roda kegiatandan pertemuan KKG atau MGMP. Kualitas pengurus KKG/MGMP menjadi katalisator bagi kemajuan KKG/ MGMP. Pengurus yang memiliki visi atau misi jelas mampu membuat KKG/ MGMP di mana yang bersangkutan terlibat memiliki arah jelas dalam memandu setiap kegiatan dilakukan. 2. Kegiatan sesuai kebutuhan guru Faktor sukses kedua sangat terkait dengan faktor pertama. Sangat penting bagi KKG-MGMP memenuhi kebutuhan guru dan menawarkan topik-topik relevan untuk merawat ikatan kesetiaan dan partisipasi para guru dalam setiap pertemuan dan kegiatan. Hampir semua guru berpendapat, KKG dan MGMP yang dianggap efektif memenuhi kebutuhan profesional mereka. Para pengurus pun berpendapat wadah profesional ini memenuhi kebutuhan mereka sendiri sebagai guru. Kepala Sekolah, Pembina dan Pengawas juga menyatakan pendapat yang sama. 3. Narasumber pelatihan berkualitas Terkait dengan narasumber pelatihan, ada argumentasi pro-kontra. Di satu sisi, peran narasumber/fasilitator eksternal tentunya bisa diharapkan membawa penyegaran dan wawasan lebih luas agar para guru tidak terjebak dalam zona nyaman di daerah dan Briggs 2012 menyatakan salah satu kunci sukses program pengembangan profesionalisme guru adalah pendampingan ahli eksternal yang nyata dan relevan dengan situasi kelas. Namun, komunitas belajar guru seyogyanya tidak terlalu berharap bahwa pemaparan atau lokakarya ahli eksternal akan bisa langsung mengubah dan memperbaiki situasi di sekolah. 4. Kolaborasi guru dan narasumber Faktor lain disebutkan adalah keterlibatan guru dalam area pilihan untuk mengembangkan dan melaksanakan kegiatan, program kolaborasi guru dan rekan, kesempatan mentoring dan pendampingan, dan upaya berkelanjutan dalam periode waktu yang memadai. Cukup menggembirakan bahwa ada keseimbangan pilihan narasumber. Selain pengurus, pengawas, dan narasumber eksternal, pertemuan-pertemuan KKG dan MGMP di ketiga provinsi juga telah difasilitasi oleh para anggota secara bergiliran dan juga oleh kepala sekolah. Sebagai narasumber internal, para guru anggota dan kepala sekolah akan bisa memberikan warna dan kontekstualisasi bagi pengetahuan dan wawasan baru dari narasumber eksternal. 5. Dukungan pemangku kepentingan Kunci sukses terakhir bagi keberlangsungan program pengembangan profesional guru adalah dukungan kepemimpinan efektif. Semua responden kepala SD total 47 orang dari 3 provinsi dan SMP total 46 orang dari 3 provinsi menyatakan mendukung jika ada guru di bawah pimpinan mereka yang menjadi pengurus KKG/MGMP. Dalam wawancara, responden pengurus mengungkapkan bentuk dukungan dari pimpinan sekolah yang sangat mereka apresiasi bagi penyelenggaraan kegiatan KKG dan MGMP berkesinambungan adalah penyediaan tempat pertemuan, tunjangan transportasi, penyediaan atau subsidi honorarium narasumber/fasilitator. Pada tingkat Dinas, kebijakan pendidikan seperti yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo yang mendukung keberlangsungan penyelenggaraan KKG dan MGMP. Mereka mewajibkan guru penerima tunjangan profesi pendidik wajib secara mandiri mendanai kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk dirinya minimal 5 persen dari tunjangan profesi pendidik yang diterima. 6. Memperkuat pemanfaatan teknologi DOK. TANOTO FOUNDATION Prof. Anita Lie, Guru Besar FKIP Unika Widya Mandala Surabaya dan Penasihat Program Pendidikan Dasar Tanoto FoundationTemuan lain dalam studi ini adalah lokasi pertemuan yang jauh atau sulit dijangkau sebagai hambatan utama untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan KKG/MGMP. Ini adalah jumlah terbesar dari serangkaian pilihan hambatan yang diberikan dalam pertanyaan survei. Pilihan hambatan lokasi pertemuan bahkan menjadi makin signifikan di daerah terpencil. Satu dari lima kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik di daerah terpencil maupun kota besar tentu sangat relevan. Kebijakan itu perlu segera direalisasi untuk mengatasi hambatan geografis dalam pemenuhan kebutuhan pengembangan kapasitas para guru. Penulis Prof. Anita Lie, Guru Besar FKIP Unika Widya Mandala Surabaya dan Penasihat Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Buku Kerja Guru 1 2 3 4 Revisi Terbaru K13 Tahun Pelajaran 2021/ Berikut ini kami bagikan contoh Buku Kerja Guru 1 2 3 4 revisi terbaru Kurikulum 2013 K13 Tahun 2021. Contoh Buku Kerja Guru ini dapat menjadi referensi guru dalam menyiapkan buku kerja sebagai bagian dari administrasi pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/ Kerja Guru merupakan komponen yang harus dimiliki guru sebagai bagian kelengkapan pembelajaran Kurikulum pemberlakuan Kurikulum 2013, maka guru dituntut untuk menyiapkan kelengkapan mengajar, salah satunya adalah Buku Kerja memerlukan Buku Kerja Guru sebagai panduan dalam melaksanakan tugasnya. Buku Kerja Guru dapat diartikan sebagai buku panduan yang dibuat untuk pedoman kinerja sebagai Aplikasi Jadwal Pelajaran Anti Bentrok SMP MTs Tahun Pelajaran 2021/2022Buku Kerja Guru berisi seperangkat berkas yang disusun terkait tugasnya sebagai guru kelas atau guru bidang studi dalam implementasi Kurikulum Buku Kerja Guru secara sederhana disebut juga perangkat administrasi pembelajaran. Buku Kerja Guru memuat instrumen pembelajaran yang disesuikan dengan kurikulum yang dalam Buku Kerja Guru berisi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut pembelajaran yang dilakukan Kerja Guru perlu dimiliki oleh guru sebagai ujung tombak pelaksanaan Kurikulum 2013. Penyusunan Buku Kerja Guru ini sebagai tindak lanjut dari revisi terhadap Standar Isi, Buku Guru, dan Buku Siswa yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud. .Dengan dimilikinya Buku Kerja Guru tersebut, maka guru akan memiliki pedoman dalam melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran berdasarkan rencana yang sudah Kerja Guru Kurikulum 2013Buku Kerja Guru terdiri dari 4 empat buku, sebagai Buku Kerja 12. Buku Kerja 23. Buku Kerja 34. Buku Kerja 4Berikut ini komponen dari masing-masing Buku Kerja Guru tersebut,Buku Kerja Guru 11. Analisis Standar Kompetensi Lulusan SKL, Kompetensi Inti KI, dan Kompetensi Dasar KDStandar Kompetensi Lulusan SKL merupakan kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan Inti KI adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar KD adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Kompetensi dasar berisi sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu SilabusSilabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis yang memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dapat juga diartikan sebagai penjabaran kompetensi inti dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk Rencana Pelaksanan Pembelajaran RPPRencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya pencapaian Kompetensi Dasar KD.4. Kriteria Ketuntasan Minimal KKMKriteria Ketuntasan Minimal KKM merupakan kriteria paling rendah untuk menyatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan KKM dilakukan pada awal tahun pembelajaran berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran pada satuan pendidikannya atau beberapa satuan oendidikan yang memiliki karakteristik hampir Kerja Guru 21. Kode Etik GuruKode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional Ikrar GuruIkrar guru berisi janji guru yang bersungguh-sungguh akan melaksanakannya tugas dan kewajibannya. Ikrar membawa konotasi yang berbentuk dedikasi, yaitu melaksanakan janji dengan penuh keberanian dan semangat untuk mencapai tujuan meski harus menghadapi resiko3. Tata Tertib GuruTata tertib guru dibuat dengan tujuan agar menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan kewajibannya selaku pendidik demi tercapai tujuan pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD tertib ini dibuat dengan mengacu ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh Pemerintah Pusat, Kemendikbudristek, serta ketentuan-ketentuan lain yang Pembiasaan GuruPembiasaan guru berisi penjabaran tentang kegiatan yang sebaiknya dijadikan kebiasaan oleh guru. Secara umum, pembiasaan berkaitan dengan bagaimana sebaiknya seorang guru bersikap. Kegiatan terprogram yang seharusnya menjadi pembiasaan guru, misalnya upacara Kalender PendidikanKalender Pendidikan Kaldik adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pembelajaran yang mencakup antara lain permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, dan juga hari Pendidikan menjadi acuan untuk merencanakan seluruh kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran Alokasi WaktuAlokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu, dengan memperhatikan minggu efektif per semester, alokasi waktu mata pelajaran per minggu dan jumlah kompetensi per semester. Dengan adanya jumlah waktu tersebut, maka kegiatan pembelajaran di kelas akan lebih terarah dan tujuan pembelajan dapat tercapai secara Program Tahunan ProtaProgram Tahunan Prota adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan pembelajaran Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang menjadi program umum untuk setiap mata pelajaran. Prota berisi garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru yang Program Semester Promes Program Semester Promes merupakan program yang berisi garis-garis besar tentang hal-hal yang akan dicapai dalam satu berisi rumusan pokok-pokok aktivitas guru dalam melakukan pembelajaran selama satu semester dengan mempertimbangkan alokasi waktu yang tersedia, jumlah Kompetensi Dasar, dan Jurnal Agenda GuruJurnal agenda guru adalah buku kerja yang berisi catatan aktivitas guru selama pembelajaran, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar Agenda Guru menjadi bukti bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal pembagian tugas yang disepakati Kerja Guru 31. Daftar Hadir SiswaDaftar hadir siswa berisi daftar nama siswa dan keterangan kehadiran di Daftar Nilai SiswaDaftar nilai siswa berisi hasil tiap-tiap elemen penilaian per Penilaian Sikap dan SpiritualPenilaian sikap dan spiritual berisi penilaian menggunakan deskripsi kata-kata. Penilaian ditulis dalam suatu jurnal yang berisi Catatan Perilaku, Butir Sikap, dan juga Tindak Lanjut yang Analisis Hasil PenilaianAnalisis hasil penilaian berupa analisis penilaian terhadap seluruh nilai. Berdasarkan analisis tersebut, akan didapatkan nilai kumulatif dan status ketuntasan Program Remidial dan PengayaanRemedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM dalam satu KD pengayaan adalah program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKM. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang Daftar Buku Pegangan Guru dan SiswaBuku pegangan guru berisi seluruh teks book yang digunakan oleh guru dalam Jadwal Mengajar GuruJadwal mengajar guru berisi jadwal mengajar masing-masing guru dalam satu Daya Serap SiswaDaya serap guru berisi indikator daya serap dan cara meningkatkan daya serap Kumpulan Kisi-kisiKumpulan kisi-kisi berupa tabel yang menjelaskan kaitan antara KD, Indikator, bentuk soal, dan nomor Kumpulan SoalKumpulan soal berisi sejumlah kumpulan soal untuk tiap-tiap Analisis Butir SoalAnalisis butir soal berbentuk analisis terhadap kemampuan siswa menjawab tiap-tiap butir soal. Tiap soal biasanya terbagi dalam beberapa level Perbaikan SoalPerbaikan soal digunakan untuk mengubah soal-soal yang tidak efektif berdasarkan hasil analisis butir soalBuku Kerja 41. Daftar Evaluasi Diri Kerja GuruDaftar evaluasi diri kerja guru berkaitan dengan evaluasi kompetensi Program Tindak Lanjut Kerja GuruProgram tindak lanjut kerja guru berisi tabel yang mencatat bagaimana guru melaksanakan pengembangan Buku Kerja Guru 1 2 3 4 Edisi Revisi 2017 Kurikulum 2013 selengkapnya dapat di unduh pada tautan berikut Kerja Guru 1 2 3 4 Kurikulum 2013 – UnduhAplikasi Buku Kerja Guru Kurikulum 2013 juga dapat di unduh di yang dapat kami bagikan mengenai Buku Kerja Guru 1 2 3 4 Revisi Terbaru K13 Tahun Pelajaran 2021/2022. Semoga bermanfaat.

program kerja guru mata pelajaran